June 21, 2024

The image displays an individual dressed in a suit with several pieces of technology extending from his hands in a cloud formation.

Orang yang bergelut di bidang IT semakin banyak, karena semakin diperlukan dan semakin banyak pula diminati. Maka, perhatian untuk terus mengembangkan skill adalah strategi agar tak tergerus persaingan dan kemajuan teknologi yang tak dapat dihentikan. Setidaknya ada 10 skill IT penting yang sangat dianjurkan untuk dikuasai oleh Anda yang ingin bergelut dan sedang mencari pekerjaan di bidang IT. Apa sajakah itu?

  1. Cloud computing

Cloud computing atau komputasi awan adalah suatu pekerjaan di bidang IT dalam hal penyimpanan data dan aplikasi. Data tersebut berasal dari pemakaian konsumen pada portal atau website tertentu, sementara aplikasi adalah produk hasil perusahaan IT yang jadi tempat mendulang keuntungan. Tentu saja, seiring waktu data dan aplikasi tersebut semakin banyak, lalu membutuhkan penambahan tempat penyimpanan dan pengelolaan setiap waktunya.

Hal itulah yang membuat skill dalam hal cloud (tempat penyimpanan) sangat dibutuhkan dalam pekerjaan dan perusahaan IT. Bahkan, konon bidang cloud computing adalah pekerjaan IT dengan gaji paling besar saat ini. Alasannya, cloud computing adalah pekerjaan yang selalu beririsan dengan banyak skill IT lainnya terutama artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT).

Oleh karena itu pula, setiap perusahaan tidak dapat dengan mudah menerima pekerja IT untuk mengurusi soal komputasi penyimpanan. Mereka harus sangat teliti dan tidak bisa salah pilih orang. Ini menjadi tantangan, sekaligus peluang bear bagi setiap orang yang bergelut di bidang IT.

  1. Application development and programming

Skill IT pembuat aplikasi dan program komputer ini sangat penting karena diprediksi perannya akan terus dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan kebutuhannya diperkirakan akan sangat pesat dalam waktu dekat ini. Perkiraannya, lowongan pekerjaan membuat aplikasi dan program di dunia akan tumbuh hingga 24% hingga tahun 2026.

Pekerjaan ini menjadi sangat penting karena kehidupan manusia semakin dekat dan beralih kepada interaksi melalui website, media sosial, dan aplikasi telepon pintar. Sekarang saja, semuanya sudah terlihat dengan aktivitas bisnis masyarakat via online, dengan memanfaatkan ponsel pintarnya. Dengan begitu, pengembang aplikasi dan programmer akan sangat dibutuhkan untuk kelancaran urusan tersebut.

  1. Analytics and data management

Perkembangan teknologi informasi yang membangun budaya interaksi secara digital membuat organisasi perusahaan membutuhkan pekerja IT dengan skill ini. Tujuannya adalah membaca dan memahami pola komunikasi yang terbangun pada interaksi digital tersebut. Sehingga, perusahaan dapat membaca tren, dan memprioritaskan tren mana yang akan dikembangkan.

Di samping itu, data hasil analisis terhadap aktivitas digital dengan konsumen dan khalayak dapat menjadi bahan acuan evaluasi perusahaan. Datanya lebih cepat terkumpulkan dengan klasifikasi tertentu yang dibutuhkan. Ini menjadi strategi perusahaan agar terus berkembang dan tidak tergerus zaman.

  1. Cybersecurity

International Data Corporation (IDC) pernah merilis data analisa identitas dan manajemen akses internet di dunia yang menunjukkan bahwa 55% pelanggan website-website tertentu berencana beralih ke website lain karena adanya pelanggaran terhadap keamanan data. Tak main-main, sekitar 78% pelanggan serius akan melakukannya jika dampaknya benar-benar terasa.

Faktanya, ancaman terhadap keamanan data konsumen pada berbagai website yang dikelola perusahaan tertentu memang nyata. Penyalahgunaan data-data tersebut bahkan terus meningkat seiring bertambahnya konsumen. Itulah alasannya skill IT cybersecurity menjadi salah satu yang paling penting dan dibutuhkan oleh perusahaan.

Namun, bagi pemimpin perusahaan, posisi pengaman cyber ini cukup menantang dan harus berhati-hati. Para pengambil keputusan tak segan-segan merekrut pekerja IT yang memiliki spesialisasi dalam cybersecurity ini, dan harus dapat dipercaya. Namun, kendalanya masih pada jumlah spesialis di bidang tersebut yang terbatas. Banyak perusahaan bahkan harus berebut dalam perekrutan mereka, walaupun tak jarang justru gagal mendapatkannya.

Tentu saja ini jadi kesempatan besar buat kamu yang memang bercita-cita berkarir di bidang IT, yaitu memilih dan mengasah skill IT di bidang cybersecurity.

  1. Networking and wireless

Seiring pertumbuhan pesat pasar software-defined networks (SDN) karena fleksibilitas dan adaptabilitasnya, kesempatan pekerja IT di bidang ini pun kian terbuka lebar. Syaratnya adalah skill networking yang terus terbarui, karena perkembangan SDN memang sangat cepat.

Salah satu perusahaan terkait networking dan wireless adalah Cisco, yang sertifikasi Routing dan Switching-nya sangat popular dan menjadi favorit.

Perusahaan ini mau menggaji mahal pekerja IT di dengan spesialisasi pada networking. Untuk bidang ini, IDC memperkirakan bahwa pasar software-defined wide area network (SD-WAN) akan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang. Tahun 2017, tercatat pendapatan di bidang SD-WAN mencapai US$ 833 juta.

  1. System and enterprise architecture

Skill IT ini diperlukan pada perusahaan yang tengah mengembangkan teknologi digital dalam sistem kerjanya. Lebih jauh, perusahaan tersebut menghendaki keselarasan kerja antara satu departemen dengan departemen lainnya yang terintegrasi dengan kemajuan teknologi informasi.

Namun, kebanyakan kasus yang terjadi adalah ketimpangan antara departemen IT itu sendiri dengan departemen yang lainnya. Departemen IT tentu saja dapat beradaptasi dalam perubahan dan rencana perusahaan dengan lebih optimal, tapi belum tentu begitu di departemen yang lain. Di sinilah diperlukan pekerja IT dengan spesialisasi system and enterprise architecture.

Bidang itulah yang kemudian membangun sinergi kemajuan teknologi di masing-masing departemen sehingga berjalan terintegrasi. Sinergi tersebut harus terus terpelihara karena teknologi informasi terus berkembang dan sangat cepat. Sejumlah perusahaan bahkan kewalahan akan hal tersebut.

Menurut CompTIA, hanya 34% perusahaan yang mampu membangun strategi arsitektur IT nya selama 12 bulan dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Penyebabnya adalah kurangnya persediaan pekerja IT di bidang system and enterprise technology tersebut.

  1. AI and machine learning

Sekitar 55% pekerja IT professional di dunia sepakat bahwa pekerjaan mereka semakin berat dan menjadi beban dari tahun ke tahun seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan perusahaan. Mereka pun sepakat solusinya adalah automasi tugas yang seharusnya mereka emban, agar mengefisiensikan waktu dan dapat mengerjakan hal selanjutnya.

Untuk itu, artificial intelligence dan machine learning menjadi suatu investasi kunci dalam inovasi teknologi informasi. Salah satu pemanfaatan AI yang sangat dibutuhkan adalah pemenuhan kebutuhan perusahaan yang mulai memakai sistem penyimpanan cloud. Dengan AI, pemrograman, persediaan tools dan layanan dapat dikelola dengan efisien.

Oleh karena itu, tak ada alasan lain lagi bagi pekerja IT untuk menimba skill-nya dalam bidang artificial intelligence dan machine learning, karena perusahaan-perusahaan sangat membutuhkan hal itu.

  1. Virtualization

Bidang pekerjaan virtualization ini dibutuhkan untuk mengurangi biaya operasional IT dan meningkatkan daya kerjanya. Bidang ini juga membantu percepatan transformasi penyimpanan pada komputasi awan (cloud computing). Untuk itu, para pemegang kebijakan perusahaan berani berinvestasi besar untuk skill IT di bidang ini. Seperti skill IT yang lain juga, ketersediaan spesialisasinya masih terbilang terbatas.

Kendati begitu ketertarikan pada bidang ini semakin tumbuh. Tahun 2019, ketertarikan pekerja IT mempelajari virtualization menempati urutan keenam di seluruh dunia. Sebelumnya, tahun 2017, pasar software virtual machine meningkat 2,9% dari tahun sebelumnya. Diprediksikan pula, peningkatannya akan terus tumbuh menjadi 4,6% hingga 2022.

  1. Project management

Beda dengan yang sebelumnya, skill ini tidak menyentuh langsung ranah IT untuk pembuatan suatu produk atau pelayanan secara teknis. Skill ini lebih menonjolkan kapabilitas pekerja IT dalam urusan kepemimpinan dan komunikasi untuk menyukseskan pengerjaan suatu project.

Skill ini dibutuhkan karena kebanyakan proyek yang dikerjakan oleh pekerja IT tidak selesai sesuai waktu dan sesuai selera konsumen. Project management menuntut pekerja IT professional tidak hanya bekerja secara teknis mengelola mesin-mesin, tapi bagaimana berstrategi yang komunikatif, baik kepada anggota tim atau klien.

Di Amerika Serikat, pekerja IT dengan skill project management yang baik dan tersertifikasi oleh lembaga Project Management Professional (PMP)  mendapat gaji terbesar kedua, yakni sekitar US$ 135 ribu.

  1. Help desk dan technical support

Skill di bidang help desk dan technical support ini termasuk sangat dibutuhkan dalam perusahaan IT karena pertumbuhan pesat produksi serta distribusi hardware dan software. Dalam aktivitasnya, kedua pekerjaan ini cenderung masuk dalam bidang outsourcing. Namun saat ini keduanya diharapkan untuk in-house untuk kelancaran proses kerja.

Umumnya, help desk professional lebih dibutuhkan in-house atau aktif di kantor agar dapat menganalisa kebutuhan serta masalah yang ada secara mudah. Sementara technical support bisa bekerja secara remote atau tidak di kantor, meskipun risikonya adalah kekurangan pengalaman teknik komunikasi yang baik, terutama untuk komunikasi bisnis.

Kesepuluh skill IT tersebut adalah yang dibutuhkan di hampir seluruh perusahaan untuk mengejar kekurangan dalam berbagai bidang. Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut masih harus berjuang keras untuk mendapatkan talenta untuk mengisi posisi di bidang-bidang pekerjaan tersebut. Bahkan, mereka tak segan akan menggaji besar para pekerja IT dengan spesialisasi-spesialisasi di atas.

Sumber: globalknowledge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *